Jakarta – Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan daging sapi pasca Hari Raya Idulfitri 2026. Kondisi pasca lebaran yang umumnya diikuti penurunan permintaan diantisipasi secara terukur agar tidak menimbulkan fluktuasi harga yang tajam di tingkat pasar.
Di tengah dinamika geopolitik global yang masih berlangsung, termasuk potensi gangguan rantai pasok dan kenaikan biaya logistik, APDI menilai perlunya langkah antisipatif guna menjaga keseimbangan pasokan dalam negeri. Situasi global tersebut berpotensi mempengaruhi harga komoditas, sehingga diperlukan kesiapsiagaan seluruh pelaku usaha untuk menjaga stabilitas pasar domestik.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, APDI mendorong penguatan koordinasi antar pelaku usaha, mulai dari importir, feedlot, rumah potong hewan (RPH), hingga pedagang di tingkat pasar. Pengaturan distribusi dan ketersediaan stok dilakukan secara terukur guna mencegah terjadinya kelebihan pasokan maupun kelangkaan yang dapat memicu gejolak harga.
Selain itu, APDI juga mengimbau seluruh anggotanya agar tidak melakukan praktik spekulasi atau penahanan barang yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Stabilitas harga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung situasi kamtibmas tetap kondusif.
Melalui langkah tersebut, APDI optimistis stabilitas harga daging sapi dapat tetap terjaga meskipun dihadapkan pada tantangan global. Komitmen ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasar, memberikan kepastian bagi masyarakat, serta mendukung terciptanya kondisi keamanan dan ketertiban yang tetap stabil di berbagai wilayah.
