Jakarta, 11 Juli 2026 – Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Hafidz, mengajak seluruh organisasi aparatur pemerintah desa untuk terus memperkuat sinergi dengan Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan pasca peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Menurut Achmad Hafidz, stabilitas keamanan merupakan prasyarat utama bagi keberlangsungan pembangunan nasional maupun pembangunan di tingkat desa. Oleh karena itu, organisasi aparatur pemerintah desa diharapkan mampu berperan aktif dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, mencegah berkembangnya potensi konflik sosial maupun penyebaran provokasi, serta mengedepankan penyelesaian setiap persoalan melalui dialog, musyawarah, dan semangat gotong royong.
Dalam kesempatan tersebut, Achmad Hafidz juga menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian dan kinerja Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bagi Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme melalui percepatan penyelesaian berbagai perkara yang menjadi perhatian publik sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Ia menilai Hari Bhayangkara bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen Polri dalam meningkatkan integritas, akuntabilitas, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, ia berpandangan bahwa kritik yang disampaikan masyarakat hendaknya dipandang sebagai masukan yang konstruktif guna mendorong perbaikan dan penyempurnaan kinerja institusi Polri secara berkelanjutan.
Sebagai representasi kalangan mahasiswa, Achmad Hafidz menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran sebagai *agent of change* dan *social control* yang berkewajiban menyampaikan kritik secara objektif, konstruktif, dan bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi yang erat antara pemerintah desa, masyarakat, kalangan akademisi, dan Polri merupakan langkah strategis dalam memperkuat persatuan, meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi negara, serta mendukung terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkelanjutan.
Ia berharap semangat yang dibangun melalui Hari Bhayangkara ke-80 dapat terus diwujudkan dalam bentuk penguatan sinergi antara Polri, pemerintah desa, kalangan akademisi, dan seluruh komponen masyarakat guna menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung kelancaran pembangunan nasional, memperkuat persatuan bangsa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.





